Aku bingung dari mana
aku harus memulainya, yang jelas saat ini aku merasakan sesuatu yang
membosankan, karena aku satu harian di kos tanpa kegiatan apapun. Saatku coba
untuk tidur, ternyata mataku menolaknya. Akhirnya aku kembali duduk dan
memainkan kembali hpku, aku buka aplikasi permainan yang bernama “Hay Day”
untuk menghiburku, tetapi lagi-lagi aku rasa bosan berhasil mengalahkanku.
Akhirnya aku berdiri dan
berjalan ke lemari bukuku untuk mencari buku sederhana yang bisa aku baca untuk
mengisi waktu soreku. Saat aku sedang berdiri dan mencari judul buku apa yang
kira-kira menarik untuk dibaca sore ini, mataku tertarik melihat buku yang
dibalut dengan sampul plastik putih dengan judul “The Balance of Life”, itu
adalah buku yang diberikan oleh dosen waliku Bapak Yusrizal, M.H., sekaligus
pembimbing kelompok PKMku tahun 2014 lalu.
Kebiasaanku sebelum
membaca buku adalah melihan daftar isinya, dan saat aku melihat daftar isi dibuku
itu, ada satu sub-bab yang berhasil mengganti rasa bosanku menjadi rasa
penasaran, sehingga aku berusaha menghilangkan rasa penasaranku dengan
membacanya. Judul dari sub-bab itu adalah “waktuku adalah hari ini”, di awal
bacaan kita akan disuguhkan dengan puisi yang akan membuat kita tergerak untuk
menjadikan waktu kita menjadi lebih berharga dan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan
yang bermanfaat.
Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman, bukan
KRITIK...
Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam, karena tak sedetik pun
akan dapat ditarik kembali...
Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang terbuang
percuma...
Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan tentang apa yang akan terjad
esok...
Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan terjadi...
Hari ini aku belajar lagi, untk megubah diri sendiri...
Hari ini akan kuisi dengan KARYA...
Kutingkan angan-angan, yang selalu mengatakan: “aku akan melakukan
sesuatu jika keadaan berubah.”
Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahanNYA aku tetap akan
sukses dengan apa yang ada padaku...
Hari ini aku akan berhenti berkata: “aku tidak punya waktu”...
Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk apa pun...
Jika aku ingin memiliki waktu, aku haru meluangkannya...
Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku, akan kulakukan yang
terbaik dan tidak kutunda sampai besok.
Berbicara tentang waktu,
hakikatnya kita sedang berbicara masa depan. Waktu terus berjalan, ia tidak
pernah berhenti untuk menunggu kita. Kitalah yang harus menggerakkan diri agar
bisa berjalan beriringan dengan waktu, bukan berdiam diri dan membiarkan waktu terus
berjalan pergi meninggalkan kita. satu detik waktu yang kita buang, tidak akan
pernah kembali lagi menemui kita.
Manfaatkanlah waktu kita
dengan sebaik mungkin, kerjakan apa yang bisa kita kerjakan saat itu juga. Apalagi
di masa muda saat ini, gunakan waktu yang kita punya untuk menabung investasi
di masa depan. Menabung bukan serta merta dengan menggunakan uang, tapi dengan
mencari ilmu sebanyak mungkin juga bagian dari menabung. Disiplin ilmu apapun
yang kita pelajari saat ini, pasti akan berguna dihari tua kita nanti. Ada pepatah yang mengatakan “apa yang kau tanam
harilah yang akan kau panen dikemudian hari”, ada juga puisi motivatif dari Ali
Hasjmi yang berjudul “Menyesal”.
Pagiku hilang
sudah melayang
Hari mudaku
sudah pergi...
Kini petang
datang membayang
Batang usiaku
sudah tinggi
Aku lalai
dipagi hari
Beta lengah di
masa muda
Kini hidup
meracun hati
Miskin ilmu,
miskin harta
Ah, apa guna ku
sesalkan
Menyesal tua
tiada berguna
Hanya menambah
luka sukma
Kepada yang
muda kuaharapkan
Atur barisan
dipagi hari
Menuju arah
padang bakti
Jangan sampai kita menyesal
karena tidak memanfaatkan waktu kita dengan baik, dan semoga kita merupakan bagian
dari orang-orang yang menghargai waktu ^_^
Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat
#menghargai_waktu


