Haiiiii, selamat malam ^_^
Fine, malam ini aku mau cerita tentang dunia permahasiswaan ala ibu rumah tangga hehe. So, walaupun udah menikah, aku tetaplah aku, wanita dengan sejuta mimpi. Dalam hidup, aku pnya banyak impian, selain impian senang-senang like i want to keliling dunia hehe, ada impian yang serius juga, yaitu impian di akademik. Dari kecil aku selalu punya cita-cita untuk sekolah setinggi mungkin, aku ingin jadi wanita yang berpendidikan tinggi. Karena menurut aku wanita itu adalah kunci peradaban, seorang ibu yang pintar akan mengasilkan anak yang pintar juga.
Sebenarnya nikah muda tidak pernah terbayang sama sekali dalam hidupku, aku ingin menikah di usia 27-29 tahun setelahgh aku menjadi notaris, tapi Allah memberikan aku jodoh di usia yang belum genap 21 tahun (alhamdulillah), dulu sebelum menikah aku pikir pendidikan aku akan stagnan di sarjana, ternyata aku salah besar !! Aku tetap bisa sekolah sampai ke jenjang magister, alhamdulillah Allah berikan aku suami yang mendukung impianku, suamiku sama sekali tidak melarangku sekolah setinggi yang aku mau. Bahkan suami juga mendukungku jika aku ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri, yaaaaahhhhh that is my big dream as a student. Study aboard is a fantastic woowwww.
But i realise, sekolah di luar negeri itu gak mungkin tanpa beasiswa, secara uang yang harus disiapkan very very banyak. Yupsss, that is my homework to get my scholarship. Aku harus lebih banyak belajar dan harus semakin rajin melatih kemampuan bahasa inggrisku, karena bahasa inggris untuk sekedar vacations pelesiran ke luar negeri sangat jauh berbeda dengan bahasa inggris yang akan digunakan untuk perkuliahan.
Hmmmm, btw sekakang aku baru pulang kuliah. Lagi nunggu suami dirumah terus aku lagi gabut, yaudah aku nulis aja hehe.
Aku mau cerita apalagi yaa ? Hmmm oh yaaa, aku tau.
Mungkin bagi sebagian orang tulisan ini hanya tulisan iseng saja, tapi aku percaya tulisan ini adalah sebuah doa yang suatu saat akan menjadi kenyataan. Sudah banyak semua impian yang aku tuangkan dalam tulisan kemudian menjadi kenyataan, maka aku akan terus menulis setiap doaku sampai Allah izinkan menjadi nyata ^_^ tulisan itu aku buat setahun yang lalu saat aku baru masuk kenotariatan hehe...
Hmmm aku juga mau cerita sedikit nih tentang bagaimana perjuanganku kuliah di kenotariatan sambil jadi istri. Berat, yah itu kata pertama yang ada di kepalaku saat membayangkan peran gandaku sebagai student dan wife. Kau harus biasa menjelma sebagai dua orang yang berbeda, saat aku lagi di rumah dengan suami, aku harus full time menjadi sosok istri yang mengurus segala keperluan suaminya dari A sampai Z. Tapi saat aku lagi dikampus, aku 100 % adalah seorang student yang berbaur dengan teman-temanku.
Pernah loh waktu aku pagi-pagi ada jadwal ujian di kampus, suami telpon-telpon tanyak dimana dasi dan kaos kakinya hahahah lucu sihh rasanya.
Biasanya aku belajar di siang hari saat suami gak dirumah, karena saat suami lagi di rumah aku gak mau buka buku (kalau gak terpaksa misalnya karena ada ujian atau tugas yang banyak), karena aku gak mau suami merasa ada perhatian yang kurang yang aku berikan.
Kuliah sambil menikah adalah dua hal yang sulit, saat teman-teman yang lain di hari sabtu atau minggu bisa belajar bareng sambil nongkrong, harus gak bisa ikutan karena aku harus dirumah, karena weekend adalah waktu libur suami. Terus misalnya pulang kuliah teman-teman pada ngajak jalan atau nongkrong dimana, aku pasti pamitan untuk terus pulang, karena suami udah nunggu aku di rumah.
Memang suami aku gak pernah larang ini dan itu, suami bebaskan kalau aku mau pergi dengan teman-teman, tapi aku sadar sekarang aku gak sendirian lagi. Aku udah punya suami, aku harus hormati suamiku. Walaupun suami mengizinkan, tapi masa iya aku tega ninggalin suami sendirian sedangkan aku haha haha sama teman-teman di luar. Tapi kalau sekali-kali dan pas kebetulan suami juga belum pulang, baru aku ikut sama teman-teman.
Dan di notariat itu tugas masyaa Allah banyak kali, tiap hari pasti ada tugas, dan nulis berbelas belas halaman folio adalah hal yang biasa sama anak-anak notariat. Belum lagi kalau udah ada kuliah umum, jangan deh sampai berani gak hadir kalau gak mau absen di palang langsung 4 kali sama kaprodi Dr. Devi tercinta, aku pernah nih sekali gak hadir kulia umum dan aku harus ngulang 1 mata kuliah di semester bawah kelas eksekutif, seram kan yah hahaha itulah jurusanku.
Terus kalau udah kelas lab, kami berperan seakan akan notaris, dan dosen 2 orang akan menjadi klien kami. Dosen akan tanya ini itu tentanag peraturan, tata cara, syarat, dan lain sebagainya dengan berbagai macam kasus yang akan di masukkan di dalamnya, seketika itu setiap saraf harus saling sambung meyambung secara cepat. Di lab akan dilihat kemampuan seorang mahasiswa sebagai calon notaris dalam mengahdap setiap permasalahn yang terkait dengan akta, dan kasus setiap kliennya.
Sekarang studiku tinggal 1 1/2 semester lagi, yang aku rasa sangat sulit untuk dilalui, ternyata sekarang sudah hampir di titik akhir, setiap aku libatkan Allah, Allah pasti akan mempermudah segalanya. Setiap aku ada di dalam kondisi sulit, aku selalu berdoa “Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa” [artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah]”
Aku pernah baca sebuah buku, petikan kalimatnya kurang lebih "jika wanita menikah dengan pejabat, maka dia akan senang karena mempunyai suami seorang pejabat yang notabennya adalah orang kaya. Tetapi saat pria menikah dengan wanita yang pejabat, dia akan merasa bangga karena mempunyai istri yang cerdas". Itulah yang ingin aku berikan pada suamiku, aku ingin suamiku bangga mempunyai istri sepertiku, dan pastinya untuk seluruh keluarga juga, terutama mama dan papa.
So, intinya menikah itu bukan penghalang kita untuk terus sekolah. Sekolahlah setinggi mungkin, jadilah wanita yang suka belajar, kesamapingkan anggapan wanita hanya di dapur kasur dan sumur. Sekolahlah, belajarlah, gapai cita-cita kita.
Ini dulu ya, mau masak nasi goreng dulu untuk suami, bentar lagi suami sampai rumah. Bye !!
Salam dari wanita sejuta mimpi ^_^
(Lanjutan cerita program hamil akan aku tulis besok ya hehe)
Selasa, 30 Oktober 2018
Minggu, 21 Oktober 2018
PENGALAMAN HSG (pengalaman yang indah untuk dikenang, tapi tidak untuk diulang)
Selamat malam....
Aku mau lanjutin cerita program hamilku nih ^_^
Hmmm malam ini aku mau bahas tentang pengalaman HSG (histerosalpingografi)
Jadi bulan lalu aku menjalani HSG di Lab Pramita, kalau HSG itu harus dengan surat pengantar dari dokter kandungan (setau aku ya). HSG dilakukan setelah kita bersih dari haid, biasanya dokter akan suruh HSG di hari ke 9-11 haid, karena kalau udah di atas hari tersebut ditakutkan sudah masuk masa subur, di masa subur adalah waktu pelepasan sel telur dari indung telur, jadi kalau nanti di HSG, takutnya cairan HSG bisa merusak sel telur tersebut.
HSG sendiri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat saluran tuba fallopi , apakah ada sumbatan atau tidak, karena jika tuba fallopi ada seumbataban, maka sperma dan sel telur tidak bisa bertemu (gak jadi baby dong hehe), karena tuba fallopi adalah tempat pertemuan atara sperma dan sel telur (sihiyy pake tempat ketemuan segala hahaha).
HSG sendiri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat saluran tuba fallopi , apakah ada sumbatan atau tidak, karena jika tuba fallopi ada seumbataban, maka sperma dan sel telur tidak bisa bertemu (gak jadi baby dong hehe), karena tuba fallopi adalah tempat pertemuan atara sperma dan sel telur (sihiyy pake tempat ketemuan segala hahaha).
Dari HSG lah kita bisa tau tuba fallopi kita ada sumbatan apa enggak, umumnya setiap wanita mempunyai dua tuba fallopi kiri dan kanan. Hasil HSG tiap orang bisa bermacam, ada yang kedua tuba nya patent (tidak tersumbat), ada yang hanya paten kanan dan kiri non patent, ada yang hanya patent kiri dan kanan non patent, dan ada yang keduanya non patent. Alhamdulillah, tuba fallopiku patent walaupun hanya ada disebelah kanan, itu artinya peluang untuk terjadi pembuahan masih ada.
Aku gak bisa banyangkan gimana hancurnya aku kalau kedua tubanya tertutup, kata dokter untuk kasus kedua tuba tertutup tidak ada jalan lain selain bayi tabung dan keajaiban. Karena jika kedua tertutup maka sperma sama sekali tidak bisa bertemu dengan sel telur, ibarat ada tembok penghalang.
Aku gak bisa banyangkan gimana hancurnya aku kalau kedua tubanya tertutup, kata dokter untuk kasus kedua tuba tertutup tidak ada jalan lain selain bayi tabung dan keajaiban. Karena jika kedua tertutup maka sperma sama sekali tidak bisa bertemu dengan sel telur, ibarat ada tembok penghalang.
Kata dokterku, penyebab tuba tersumbat ada benyak faktor,tapi faktor yang paling sering adalah endometriosis. Salah satu ciri endomestriosis adalah sakit perut yang sangat saat mestruasi, tapi selama sakit perut yang dirasa masih dalam batas wajar, tidak perlu cemas.
Balik ke topik kita tentnag HSG, jadi setelah bersih dari haid, aku ditemani mama papa dan suamiku pergi ke Lab Pramita, satu hari sebelum HSG aku takut sampai gak bisa tidur, karena aku melihat alat-alat HSG di internet yang waaww luar biasa menyakitkan sepertinya. Fyi, aku adalah orang yang sama sekali gak bisa tahan sakit, apalgi yang berhubungan dengan alat medis hoaahhh.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPtwKdSikAWSZ6ypGoNtNy0Du6OH1VLj9WP9kZIu23JowOQY8gi97OOyrEJgtRyW-JjYJX5WB_QKdgirOWtGWL4xxC-64JSmTm0U9iLp72EWuqMAFKAm0kPGlp1B4c8m9ITLL8IPM-G3U/s1600/figg_1+%25281%2529.png


Itu adalah alat-alat HSG yang bakalan dimasukkan, ke vagina kita. Serem kan? Hihihi
Yupss, itulah yang aku jalani. Perjuangan demi si calon buah hati, semoga kelah kamu menjadi anak yang sholeh sholehah ya nak, ini nih perjuangan mama papa demi mendapatkan kamu hehe. Oiya kenapa disini aku bilang perjuangan mama papa? Ya memang yang melakukan ini adalah istri, tapi perjuangan suami adalah harus merasakan kepedihan di hati saat melihat istrinya diperiksa dengan alat-alat yang menyeramkan itu, menjalankan program kehamilan harus saling mendukung satu sama lain.
So, yang seperti gunting itu (aku gak tau namanya) akan dicelupkan ke betadine dan dimasukkan ke vagina, itu untuk membersihkan dalam serviks deh kalo gak salah, terasa agak perih perih gimana gitu saat itu dimasukkan terus di putar putar waktu memebersihkannya. Oh ya, sebelumnya, terlebih dahulu kita di pasangin spekulum atau cocor bebek untuk membuat vagina kita jadi lebar, biar alat alatnya mudah dimasukkan. Setelah dibersihkan dengan betadine, yang terakhir adalah di masukkan kateter yang terhubung dengan suntik cairan kontras.
Setelah semua alat selesai dimasukkan, kemudian di semprotkan cairan kontras tadi ke dalam vagina. Ini bagian yang paling menyakitkan buat aku, selama pemeriksaan aku merenung inilah yang Allah mau, sebelum Allah menitipkan amanahnya, Allah mau aku benar-benar siap menjadi seorang ibu. Agar aku menjadi ibu yang kuat nantinya, dan HSG ini aku anggap adalah salah satu nikmat dari Allah untukku, karena gak semua perempuan Allah beri kesempatan merasakan HSG, merasakan nikmatnya berjuang bersama untuk mendapatkan buah hati. Dari sini aku belajar arti mencintai, saling mencintai berarti saling berjuang bersama. Aku juga belajar bahwa kasih sayang orangtua kepada anak benar-benar tanpa batas dan orngtua rela melakukan anapun demi anaknya, i love mama u papa. (Tuh kan bapeeeerrr)
Saat pemeriksaan, kita akan merasakan sakit seperti senggugut saat menstruasi, yang sakitnya selalu timbul setiap dokter menyuntikkan cairan kontras. Kemudian setelah pemeriksaan yang dilakukan kurang lebih 20-25 menit, kita diminta untk menunggu hasilnya kurang lebih 15 menit. Kemudian keluarlah hasilnya.....

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOAPmeLTGmrLv2S1BpqPWAwTbl4_uB_gCmAnHohUoVVUhwDlclFqV88Y8MPhVMR1Z_xKsX-DD1TncvgfExrGYcxgQuvmOwR5JZVj4GpORmv0llnz3_EQY7odng2GHJCIWZuOWiOJa0PYo/s1600/hsg.jpg
Gambar ini adalah contoh gambar tuba fallopi yang patent kiri dan kanan, telihat kedua cairan kontras memenuhi tuba fallopi hingga indung telur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb5i999CwlrcF01RvF7T3CW3845fMf33NyBNlfoXnccKllRZq9xgL_VWDguj36f2cLiatCLOQiIJZI_I1OqzT-qg3MQw_qlm3LkygeW-GjZG_EtD_Xhyr1ppoRTNxeKThHNnbeuWoqwTBI/s1600/2017-11-21-20-55-11.jpg

Yang ini alah gambar untuk tuba fallopi yang hanya patent di salah satu saja, aku termasuk yang ini, karena tuba fallopinya hanya ada di sebelah kanan dan sebalah kiri tidak terlihat saat di beri cairan kontras
http://www.ivflite.org/viewimage.asp?img=ivflite_2016_3_1_36_183445_f2.jpg

dan ini yang terakhir adalah gambar tuba fallopi yang tersumbat dikeduanya, samas sekali tidak terlihat cairan kontras di kanan dan di kiri.
Ada beberapa orang yang bertanya, apa rasanya HSG ? Rasanya sakit (pasti dong), karena semua tindakan sama sekali tidak ada pembiusan. Tapi rasa sakitnya masih bisa ditahan kok, gak sampai membuat kita jadi harus dirawat di icu hehe. Setelah HSG, kita diberikan pembalut karena akan terjadi pendarahan pasca HSG. Aku sendiri pakai pembalut selama tiga hari setelah HSG, dihari pertama keluar darah (tapi tidak banyak seperti haid), dihari kedua dan ketiga hanya keluar becak bercak coklat (mungkun efek cairan kontras). Beberapa menit setelah HSG aku masih biasa aja, tapi setelah satu jam efek HSG baru terasa, perutku rasanya kembuuuung kali, sakit, mau batuk rasanya uuhh sakitnya. Tapi itu gak lama kok, cuma tiga aja, setelah itu semuanya kembali normal.
Intinya HSG itu jangan di lawan, semakin kita lawan saat mau masukkan alat alat itu, semakin kita merasakan sakit. Untuk teman-teman yang masih takut HSG, aku bilang "jangan takut, sakitnya HSG masih dalam batas bisa ditahan kok"
Terakhir nih masalah harga, aku bayar kurang lebih sekitar 1,5 jutaan, ada tambahan 150 ribu untuk penggunaan kateter, karena aku terlalu tegang, jadi dokter harus memasangkan kateter biar cairannya bisa masuk.
Semoga infomasinya bermanfaat ya teman-teman ^_^
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPtwKdSikAWSZ6ypGoNtNy0Du6OH1VLj9WP9kZIu23JowOQY8gi97OOyrEJgtRyW-JjYJX5WB_QKdgirOWtGWL4xxC-64JSmTm0U9iLp72EWuqMAFKAm0kPGlp1B4c8m9ITLL8IPM-G3U/s1600/figg_1+%25281%2529.png
Itu adalah alat-alat HSG yang bakalan dimasukkan, ke vagina kita. Serem kan? Hihihi
Yupss, itulah yang aku jalani. Perjuangan demi si calon buah hati, semoga kelah kamu menjadi anak yang sholeh sholehah ya nak, ini nih perjuangan mama papa demi mendapatkan kamu hehe. Oiya kenapa disini aku bilang perjuangan mama papa? Ya memang yang melakukan ini adalah istri, tapi perjuangan suami adalah harus merasakan kepedihan di hati saat melihat istrinya diperiksa dengan alat-alat yang menyeramkan itu, menjalankan program kehamilan harus saling mendukung satu sama lain.
So, yang seperti gunting itu (aku gak tau namanya) akan dicelupkan ke betadine dan dimasukkan ke vagina, itu untuk membersihkan dalam serviks deh kalo gak salah, terasa agak perih perih gimana gitu saat itu dimasukkan terus di putar putar waktu memebersihkannya. Oh ya, sebelumnya, terlebih dahulu kita di pasangin spekulum atau cocor bebek untuk membuat vagina kita jadi lebar, biar alat alatnya mudah dimasukkan. Setelah dibersihkan dengan betadine, yang terakhir adalah di masukkan kateter yang terhubung dengan suntik cairan kontras.
Setelah semua alat selesai dimasukkan, kemudian di semprotkan cairan kontras tadi ke dalam vagina. Ini bagian yang paling menyakitkan buat aku, selama pemeriksaan aku merenung inilah yang Allah mau, sebelum Allah menitipkan amanahnya, Allah mau aku benar-benar siap menjadi seorang ibu. Agar aku menjadi ibu yang kuat nantinya, dan HSG ini aku anggap adalah salah satu nikmat dari Allah untukku, karena gak semua perempuan Allah beri kesempatan merasakan HSG, merasakan nikmatnya berjuang bersama untuk mendapatkan buah hati. Dari sini aku belajar arti mencintai, saling mencintai berarti saling berjuang bersama. Aku juga belajar bahwa kasih sayang orangtua kepada anak benar-benar tanpa batas dan orngtua rela melakukan anapun demi anaknya, i love mama u papa. (Tuh kan bapeeeerrr)
Saat pemeriksaan, kita akan merasakan sakit seperti senggugut saat menstruasi, yang sakitnya selalu timbul setiap dokter menyuntikkan cairan kontras. Kemudian setelah pemeriksaan yang dilakukan kurang lebih 20-25 menit, kita diminta untk menunggu hasilnya kurang lebih 15 menit. Kemudian keluarlah hasilnya.....
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOAPmeLTGmrLv2S1BpqPWAwTbl4_uB_gCmAnHohUoVVUhwDlclFqV88Y8MPhVMR1Z_xKsX-DD1TncvgfExrGYcxgQuvmOwR5JZVj4GpORmv0llnz3_EQY7odng2GHJCIWZuOWiOJa0PYo/s1600/hsg.jpg
Gambar ini adalah contoh gambar tuba fallopi yang patent kiri dan kanan, telihat kedua cairan kontras memenuhi tuba fallopi hingga indung telur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb5i999CwlrcF01RvF7T3CW3845fMf33NyBNlfoXnccKllRZq9xgL_VWDguj36f2cLiatCLOQiIJZI_I1OqzT-qg3MQw_qlm3LkygeW-GjZG_EtD_Xhyr1ppoRTNxeKThHNnbeuWoqwTBI/s1600/2017-11-21-20-55-11.jpg
Yang ini alah gambar untuk tuba fallopi yang hanya patent di salah satu saja, aku termasuk yang ini, karena tuba fallopinya hanya ada di sebelah kanan dan sebalah kiri tidak terlihat saat di beri cairan kontras
http://www.ivflite.org/viewimage.asp?img=ivflite_2016_3_1_36_183445_f2.jpg
dan ini yang terakhir adalah gambar tuba fallopi yang tersumbat dikeduanya, samas sekali tidak terlihat cairan kontras di kanan dan di kiri.
Ada beberapa orang yang bertanya, apa rasanya HSG ? Rasanya sakit (pasti dong), karena semua tindakan sama sekali tidak ada pembiusan. Tapi rasa sakitnya masih bisa ditahan kok, gak sampai membuat kita jadi harus dirawat di icu hehe. Setelah HSG, kita diberikan pembalut karena akan terjadi pendarahan pasca HSG. Aku sendiri pakai pembalut selama tiga hari setelah HSG, dihari pertama keluar darah (tapi tidak banyak seperti haid), dihari kedua dan ketiga hanya keluar becak bercak coklat (mungkun efek cairan kontras). Beberapa menit setelah HSG aku masih biasa aja, tapi setelah satu jam efek HSG baru terasa, perutku rasanya kembuuuung kali, sakit, mau batuk rasanya uuhh sakitnya. Tapi itu gak lama kok, cuma tiga aja, setelah itu semuanya kembali normal.
Intinya HSG itu jangan di lawan, semakin kita lawan saat mau masukkan alat alat itu, semakin kita merasakan sakit. Untuk teman-teman yang masih takut HSG, aku bilang "jangan takut, sakitnya HSG masih dalam batas bisa ditahan kok"
Terakhir nih masalah harga, aku bayar kurang lebih sekitar 1,5 jutaan, ada tambahan 150 ribu untuk penggunaan kateter, karena aku terlalu tegang, jadi dokter harus memasangkan kateter biar cairannya bisa masuk.
Semoga infomasinya bermanfaat ya teman-teman ^_^
Jumat, 19 Oktober 2018
Program Kehamilan
Udah lama kali gak nulis, kali ini mau nulis tentang program kehamilan yang lagi kami dijalani.
Sebelumnya, kami menikah pada tanggal 9 Juli 2017. Yups, udah 1 tahun lebih berartikan. Tapi Allah belum percayakan amanahnya pada kami hehe. Bulan Agustus 2018 kami baru memulai program kehamilan kami di dokter kandungan, praktek dokternya di Jl Sekip, Medan.
Awal mula program kami pada kunjungan pertama adalah usg untuk cek kondisi rahim, alhamdulillah di rahim gak masalah, ukuran rahim normal, posisi rahim bagus dan aliran darah ke rahim juga oke. Selanjutkan dokter menyarankan datang lagi bulan depan pada haid hari kedua untuk usg lagi melihat kondisi rahim pada saat menstruasi. Kami pun datang lagi bulan september pada haid hari kedua, dilakukan usg kembali, dan hasilnya alhamdulillah rahim dalam keadalaan bagus, gak ada miom kista dan kawan-kawannya.
Selanjutnya setelah haid berakhir, tepatnya pada hari ke 10 haid, aku disuruh dokter melakukan hsg (nanti akan aku tulis di bagian tesendiri apa itu hsg), dan suamiku melakukan cek sperma. Untuk hsg kami lakukan di Lab Pramita, sedangkan untuk cek sperma kami lakukan di Lab Prodia, dalam melakukan pemeriksaan lab nya di tentukan oleh dokter kandungan. Setelah kedua cek kami lakukan, tibalah pembacaan hasil cek oleh dokter kandungan. Hasil cek sperma suamiku adalah normal, hanya saja pergerakan spermanya kurang dan jumlahnya tidak terlalu banyak, kata dokter ini bisa dipengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan oleh suamiku, ya memang suamiku adalah orang yang sangat sibuk, bahkan jika perkerjaan kantornya belum selesai di kantor, dia akan membawanya pulang dan dikerjakan di rumah. Dokter memberikan suamiku obat yang diminum selama1 bulan, setelah 1 bulan akan dilakukan cek sperma ulang untuk melihat perkembangannya.
Lalu hasil hsgku, alhamdulillah tuba fallopi kanan ku tidak ada sumbatan, tetapi tuba fallopi sebelah kiri tidak terlihat. Dokter bilang kemungkinan besar aku terlahir dengan satu tuba fallopi, dan itu bukanlah masalah, karena untuk hamil hanya dibutuhkan satu tuba fallopi saja, hanya kesempatan memiliki anak kembar yang seperti sedikit berkurang. Oke dokter, itu tidak masalah. Dokter tidak meresepkan obat apapun padaku, hanya menyuruhkan agar tidak terlalu capek, terlebih saat dimasa-masa subur.
Taraaaaa, tibalah masa subur (you knowlah kami ngapain hehe). Setelah itu barulah masa menanti menstruasi, oiya aku lupa sampaikan setelah hsg di bulan september, dokter bilang di bulan oktorer pada haid kedua untuk suntik obat pembesar sek telur. Tapi di bulan oktober ini haidku belum juga datang, aku udah telat seminggu lebih, dan waktu di testpack (TP) hasilnya negatif. Kemudian kami hubungi dokter, dan dokter minta kami hri itu juga untuk ke klinik. Datanglah kami siap magrib ke klinik dokter, diakukan usg, dan dokter bilang ini ada penebalan dinding rahim dan pelebaran rahim 6cm lebih, sedangkan rahimku pada saat ukuran normal adalah 4cm lebih. Jadi dokter belum bisa menentukan apakah ini hanya telat haid biasa atau awal kehamilan.
Dokter suruh aku TP ulang satu minggu kemudian, dokter juga meresepkan aku obat penguat kandungan dan vitamin e. Jadi, minggu depan apapun hasilnya kami harus tetap ke dokter, jika hasilnya negatif, maka dokter akan beri obat peluruh haid, jika positif waahh alhamdulillah sekali hehe.
Sekian dulu cerita program kehamilannya ya, nanti aku akan update lagi setelah TP mingu depan ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)
