Udah lama kali gak nulis, kali ini mau nulis tentang program kehamilan yang lagi kami dijalani.
Sebelumnya, kami menikah pada tanggal 9 Juli 2017. Yups, udah 1 tahun lebih berartikan. Tapi Allah belum percayakan amanahnya pada kami hehe. Bulan Agustus 2018 kami baru memulai program kehamilan kami di dokter kandungan, praktek dokternya di Jl Sekip, Medan.
Awal mula program kami pada kunjungan pertama adalah usg untuk cek kondisi rahim, alhamdulillah di rahim gak masalah, ukuran rahim normal, posisi rahim bagus dan aliran darah ke rahim juga oke. Selanjutkan dokter menyarankan datang lagi bulan depan pada haid hari kedua untuk usg lagi melihat kondisi rahim pada saat menstruasi. Kami pun datang lagi bulan september pada haid hari kedua, dilakukan usg kembali, dan hasilnya alhamdulillah rahim dalam keadalaan bagus, gak ada miom kista dan kawan-kawannya.
Selanjutnya setelah haid berakhir, tepatnya pada hari ke 10 haid, aku disuruh dokter melakukan hsg (nanti akan aku tulis di bagian tesendiri apa itu hsg), dan suamiku melakukan cek sperma. Untuk hsg kami lakukan di Lab Pramita, sedangkan untuk cek sperma kami lakukan di Lab Prodia, dalam melakukan pemeriksaan lab nya di tentukan oleh dokter kandungan. Setelah kedua cek kami lakukan, tibalah pembacaan hasil cek oleh dokter kandungan. Hasil cek sperma suamiku adalah normal, hanya saja pergerakan spermanya kurang dan jumlahnya tidak terlalu banyak, kata dokter ini bisa dipengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan oleh suamiku, ya memang suamiku adalah orang yang sangat sibuk, bahkan jika perkerjaan kantornya belum selesai di kantor, dia akan membawanya pulang dan dikerjakan di rumah. Dokter memberikan suamiku obat yang diminum selama1 bulan, setelah 1 bulan akan dilakukan cek sperma ulang untuk melihat perkembangannya.
Lalu hasil hsgku, alhamdulillah tuba fallopi kanan ku tidak ada sumbatan, tetapi tuba fallopi sebelah kiri tidak terlihat. Dokter bilang kemungkinan besar aku terlahir dengan satu tuba fallopi, dan itu bukanlah masalah, karena untuk hamil hanya dibutuhkan satu tuba fallopi saja, hanya kesempatan memiliki anak kembar yang seperti sedikit berkurang. Oke dokter, itu tidak masalah. Dokter tidak meresepkan obat apapun padaku, hanya menyuruhkan agar tidak terlalu capek, terlebih saat dimasa-masa subur.
Taraaaaa, tibalah masa subur (you knowlah kami ngapain hehe). Setelah itu barulah masa menanti menstruasi, oiya aku lupa sampaikan setelah hsg di bulan september, dokter bilang di bulan oktorer pada haid kedua untuk suntik obat pembesar sek telur. Tapi di bulan oktober ini haidku belum juga datang, aku udah telat seminggu lebih, dan waktu di testpack (TP) hasilnya negatif. Kemudian kami hubungi dokter, dan dokter minta kami hri itu juga untuk ke klinik. Datanglah kami siap magrib ke klinik dokter, diakukan usg, dan dokter bilang ini ada penebalan dinding rahim dan pelebaran rahim 6cm lebih, sedangkan rahimku pada saat ukuran normal adalah 4cm lebih. Jadi dokter belum bisa menentukan apakah ini hanya telat haid biasa atau awal kehamilan.
Dokter suruh aku TP ulang satu minggu kemudian, dokter juga meresepkan aku obat penguat kandungan dan vitamin e. Jadi, minggu depan apapun hasilnya kami harus tetap ke dokter, jika hasilnya negatif, maka dokter akan beri obat peluruh haid, jika positif waahh alhamdulillah sekali hehe.
Sekian dulu cerita program kehamilannya ya, nanti aku akan update lagi setelah TP mingu depan ^_^
Semoga positive hamil ya kak semangat terus tabarokallaaah
BalasHapusSemoga positif sayangku 😘
BalasHapus