Selasa, 30 Oktober 2018

Wanita Sejuta Mimpi ^_^

Haiiiii, selamat malam ^_^
Fine, malam ini aku mau cerita tentang dunia permahasiswaan ala ibu rumah tangga hehe. So, walaupun udah menikah, aku tetaplah aku, wanita dengan sejuta mimpi. Dalam hidup, aku pnya banyak impian, selain impian senang-senang like i want to keliling dunia hehe, ada impian yang serius juga, yaitu impian di akademik. Dari kecil aku selalu punya cita-cita untuk sekolah setinggi mungkin, aku ingin jadi wanita yang berpendidikan tinggi. Karena menurut aku wanita itu adalah kunci peradaban, seorang ibu yang pintar akan mengasilkan anak yang pintar juga.

Sebenarnya nikah muda tidak pernah terbayang sama sekali dalam hidupku, aku ingin menikah di usia 27-29 tahun setelahgh aku menjadi notaris, tapi Allah memberikan aku jodoh di usia yang belum genap 21 tahun (alhamdulillah), dulu sebelum menikah aku pikir pendidikan aku akan stagnan di sarjana, ternyata aku salah besar !! Aku tetap bisa sekolah sampai ke jenjang magister, alhamdulillah Allah berikan aku suami yang mendukung impianku, suamiku sama sekali tidak melarangku sekolah setinggi yang aku mau. Bahkan suami juga mendukungku jika aku ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri, yaaaaahhhhh that is my big dream as a student. Study aboard is a fantastic woowwww.

But i realise, sekolah di luar negeri itu gak mungkin tanpa beasiswa, secara uang yang harus disiapkan very very banyak. Yupsss, that is my homework to get my scholarship. Aku harus lebih banyak belajar dan harus semakin rajin melatih kemampuan bahasa inggrisku, karena bahasa inggris untuk sekedar vacations pelesiran ke luar negeri sangat jauh berbeda dengan bahasa inggris yang akan digunakan untuk perkuliahan.
Hmmmm, btw sekakang aku baru pulang kuliah. Lagi nunggu suami dirumah terus aku lagi gabut, yaudah aku nulis aja hehe.

Aku mau cerita apalagi yaa ? Hmmm oh yaaa, aku tau.

Mungkin bagi sebagian orang tulisan ini hanya tulisan iseng saja, tapi aku percaya tulisan ini adalah sebuah doa yang suatu saat akan menjadi kenyataan. Sudah banyak semua impian yang aku tuangkan dalam tulisan kemudian menjadi kenyataan, maka aku akan terus menulis setiap doaku sampai Allah izinkan menjadi nyata ^_^  tulisan itu aku buat setahun yang lalu saat aku baru masuk kenotariatan hehe...
Hmmm aku juga mau cerita sedikit nih tentang bagaimana perjuanganku kuliah di kenotariatan sambil jadi istri. Berat, yah itu kata pertama yang ada di kepalaku saat membayangkan peran gandaku sebagai student dan wife. Kau harus biasa menjelma sebagai dua orang yang berbeda, saat aku lagi di rumah dengan suami, aku harus full time menjadi sosok istri yang mengurus segala keperluan suaminya dari A sampai Z. Tapi saat aku lagi dikampus, aku 100 % adalah seorang student yang berbaur dengan teman-temanku.
Pernah loh waktu aku pagi-pagi ada jadwal ujian di kampus, suami telpon-telpon tanyak dimana dasi dan kaos kakinya hahahah lucu sihh rasanya.
Biasanya aku belajar di siang hari saat suami gak dirumah, karena saat suami lagi di rumah aku gak mau buka buku (kalau gak terpaksa misalnya karena ada ujian atau tugas yang banyak), karena aku gak mau suami merasa ada perhatian yang kurang yang aku berikan.

Kuliah sambil menikah adalah dua hal yang sulit, saat teman-teman yang lain di hari sabtu atau minggu bisa belajar bareng sambil nongkrong, harus gak bisa ikutan karena aku harus dirumah, karena weekend adalah waktu libur suami. Terus misalnya pulang kuliah teman-teman pada ngajak jalan atau nongkrong dimana, aku pasti pamitan untuk terus pulang, karena suami udah nunggu aku di rumah.


Memang suami aku gak pernah larang ini dan itu, suami bebaskan kalau aku mau pergi dengan teman-teman, tapi aku sadar sekarang aku gak sendirian lagi. Aku udah punya suami, aku harus hormati suamiku. Walaupun suami mengizinkan, tapi masa iya aku tega ninggalin suami sendirian sedangkan aku haha haha sama teman-teman di luar. Tapi kalau sekali-kali dan pas kebetulan suami juga belum pulang, baru aku ikut sama teman-teman.

Dan di notariat itu tugas masyaa Allah banyak kali, tiap hari pasti ada tugas, dan nulis berbelas belas halaman folio adalah hal yang biasa sama anak-anak notariat. Belum lagi kalau udah ada kuliah umum, jangan deh sampai berani gak hadir kalau gak mau absen di palang langsung 4 kali sama kaprodi Dr. Devi tercinta, aku pernah nih sekali gak hadir kulia umum dan aku harus ngulang 1 mata kuliah di semester bawah kelas eksekutif, seram kan yah hahaha  itulah jurusanku.

Terus kalau udah kelas lab, kami berperan seakan akan notaris, dan dosen 2 orang akan menjadi klien kami. Dosen akan tanya ini itu tentanag peraturan, tata cara, syarat, dan lain sebagainya dengan berbagai macam kasus yang akan di masukkan di dalamnya, seketika itu setiap saraf harus saling sambung meyambung secara cepat. Di lab akan dilihat kemampuan seorang mahasiswa sebagai calon notaris dalam mengahdap setiap permasalahn yang terkait dengan akta, dan kasus setiap kliennya.

Sekarang studiku tinggal 1 1/2 semester lagi, yang aku rasa sangat sulit untuk dilalui, ternyata sekarang sudah hampir di titik akhir, setiap aku libatkan Allah, Allah pasti akan mempermudah segalanya. Setiap aku ada di dalam kondisi sulit, aku selalu berdoa Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa” [artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah]”

Aku pernah baca sebuah buku, petikan kalimatnya kurang lebih "jika wanita menikah dengan pejabat, maka dia akan senang karena mempunyai suami seorang pejabat yang notabennya adalah orang kaya. Tetapi saat pria menikah dengan wanita yang pejabat, dia akan merasa bangga karena mempunyai istri yang cerdas". Itulah yang ingin aku berikan pada suamiku, aku ingin suamiku bangga mempunyai istri sepertiku, dan pastinya untuk seluruh keluarga juga, terutama mama dan papa.

So, intinya menikah itu bukan penghalang kita untuk terus sekolah. Sekolahlah setinggi mungkin, jadilah wanita yang suka belajar, kesamapingkan anggapan wanita hanya di dapur kasur dan sumur. Sekolahlah, belajarlah, gapai cita-cita kita.

Ini dulu ya, mau masak nasi goreng dulu untuk suami, bentar lagi suami sampai rumah. Bye !!
Salam dari wanita sejuta mimpi ^_^


(Lanjutan cerita program hamil akan aku tulis besok ya hehe)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar