Selasa, 20 November 2018

Lanjutan Program Kehamilan (Rencana Bayi Tabung ?)

Melanjutkan cerita program hamil kemaren, sorry updatenya lama buanget, soalnya kemaren charger ipad lagi rusak, hehehe
Oke, so...... Hasil dari satu minggu menunggu itu adalah negatif huhuhuh, ada rasa sedih sih, tapi alhamdulillah punya suami yang selalu menghibur hehe. Kemaren karena hasilnya negatif, kami berdua ada rencana untuk main-main 3 hari ke kuala lumpur untuk liburan singkat. Tapi ternyata aku ada uts, jadinya terpaksa di batalin deh, dan kebetulan setelah kami batalkan liburan, suami juga ada kerjaan diluar kota. Jadi selama aku uts suami juga lagi diluar kota, dan memang gak pas banget kemaren untuk liburan karena kami berdua lagi sibuk-sibuknya

Balik ke laptop, kami datang ke dokter setelah hasil tespack negatif, dokter langsung memeriksa lewat usg, dan yaahh ternyata benar, di rahimku sudah ada sekat-sekat yang kata dokter sekat-sekat itu bakalan luruh dan menjadi menstruasi, dokter meresepkan aku obat hormon dan satu obat lagi aku lupa namanya tapi kalau gak salah itu obat kalsium gitu deh . Karena dari dokter kami sudah terlalu malam (sekitar jam 10, karena kami ke dokter sepulang aku dari kuliah, dan baiknya dokterku beliau mau menunggu perkuliahan ku selesai sampai jam 9 malam), kami gak sempat ke apotik beli obat karena malam itu juga suamiku harus berangkat ke luar kota. Besoknya sebelum aku sempat beli obat, haidku datang, lalu aku telpon dokter menanyakan apakah resep kemaren tetap diminum atau tidak, tapi dokter bialng tetap diminum karena itu adalah obat hormon, bukan obat peluruh haid. 

Seharusnya pada haid hari kedua aku balik lagi ke dokter, tapi karena suamiku masih diluar kota, kami balik lagi ke dokter pada haid hari ke empat. Disana dokter lakukan usg lagi untuk melihat kondisi rahim pada saat menstruasi dan melihat aliran darah ke rahim, alhamdulillah semua dalam keadaan baik.

Kemudian sampai pada saat ini aku menulis tulisan ini, obatku semua sudah habis, dan seperti biasa kami akan balik lagi ke dokter pada haid hari kedua. Jadi karena siklus menstruasiku terkadang tidak teratur tanggalnya, jadi selama 3 bulan ini dokter mau melihat siklusku terlebih dahulu, setelah itu menentukan untuk bisa dilanjutkan suntik perangsang sel telur atau tidak. Jadi program 3 bulan ke depan adalah melihat keteraturan siklus haidku, bukan berarti kami menunda selama 3 bulan, jika selama 3 bulan ini aku hamil ya alhadulillah hehe.

Tapi karena ini sudah di penghujung tahun 2018, dan memasuki pertengahan 2019 adalah ulang tahun kedua pernikahan kami, maka aku dan suami sudah mulai bercerita-cerita untuk melakukan bayi tabung. Kami memilih waktu untuk melakukannya yaitu setelah 2 tahun pernikahan, di bulan juli atau agustus. Pertimbangannya adalah pada bulan-bulan segitu aku sudah lulus kuliah (insyaa Allah), karena menjalankan bayi tabung itu artinya aku harus benar-benar istirahat total dari segala kesibukan. Untuk tempatnya sendiri kami berencana melakukannya di Penang, bukan berarti kami tidak percaya dengan dokter yang ada di Indonesia. Hanya saja, kami mempertimbangkan lokasinya kalau di Penang kami bisa sekalian liburan, jadi tidak terlalu terasa selama menjalankan bayi tabung yang tahapannya penuh perjuangan dengan rasa sakit (karena setiap hari akan dapat suntikan sampai sampai perut sekitar pusar menjadi biru-biru) huhuhu.

Awalnya suami tidak begitu setuju dengan bayi tabung karena suami bilang tidak tega melihatku harus berkorban seperti itu, tapi aku meyakinkan suami "i'm fine, demi kamu dan keluarga kecil kita. Kamu tidak perlu mencemaskanku, aku wanita yang kuat, tugas kamu cari uang untuk biaya bayi tabung". Akhirnya karena melihat aku yang sudah begitu yakin, suami pun mengiyakan. Kami tetap menjalankan program kehamilan sembari menunggu aku lulus kuliah, karena nanti saat menjalankan bayi tabung, aku full time akan istirahat di Penang selama kurang kebih 3 bulan. 

Kalau masalah biaya, kami harus menyiapkan dana sebesar kurang lebih 100 juta rupiah, tiket pesawat pulang pergi, biaya bayi tabung, tempat tinggal selama disana dan lain lain. Yaa, memang itu bukan angka yang sedikit, tapi yang menuntun kami sampai ke tahap ini adalah Allah, dan pasti Allah akan memberikan rejekiNya kepada kami ^_^

Untuk semua teman-teman yang sedang menanti buah hati, tetap semangat yaa, jangan merasa kita adalah wanita paling malang di dunia, justru kita adalah wanita istimewa yang Allah pilih untuk ini, karena gak semua wanita bisa sekuat dan setegar kita :)

Selasa, 30 Oktober 2018

Wanita Sejuta Mimpi ^_^

Haiiiii, selamat malam ^_^
Fine, malam ini aku mau cerita tentang dunia permahasiswaan ala ibu rumah tangga hehe. So, walaupun udah menikah, aku tetaplah aku, wanita dengan sejuta mimpi. Dalam hidup, aku pnya banyak impian, selain impian senang-senang like i want to keliling dunia hehe, ada impian yang serius juga, yaitu impian di akademik. Dari kecil aku selalu punya cita-cita untuk sekolah setinggi mungkin, aku ingin jadi wanita yang berpendidikan tinggi. Karena menurut aku wanita itu adalah kunci peradaban, seorang ibu yang pintar akan mengasilkan anak yang pintar juga.

Sebenarnya nikah muda tidak pernah terbayang sama sekali dalam hidupku, aku ingin menikah di usia 27-29 tahun setelahgh aku menjadi notaris, tapi Allah memberikan aku jodoh di usia yang belum genap 21 tahun (alhamdulillah), dulu sebelum menikah aku pikir pendidikan aku akan stagnan di sarjana, ternyata aku salah besar !! Aku tetap bisa sekolah sampai ke jenjang magister, alhamdulillah Allah berikan aku suami yang mendukung impianku, suamiku sama sekali tidak melarangku sekolah setinggi yang aku mau. Bahkan suami juga mendukungku jika aku ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri, yaaaaahhhhh that is my big dream as a student. Study aboard is a fantastic woowwww.

But i realise, sekolah di luar negeri itu gak mungkin tanpa beasiswa, secara uang yang harus disiapkan very very banyak. Yupsss, that is my homework to get my scholarship. Aku harus lebih banyak belajar dan harus semakin rajin melatih kemampuan bahasa inggrisku, karena bahasa inggris untuk sekedar vacations pelesiran ke luar negeri sangat jauh berbeda dengan bahasa inggris yang akan digunakan untuk perkuliahan.
Hmmmm, btw sekakang aku baru pulang kuliah. Lagi nunggu suami dirumah terus aku lagi gabut, yaudah aku nulis aja hehe.

Aku mau cerita apalagi yaa ? Hmmm oh yaaa, aku tau.

Mungkin bagi sebagian orang tulisan ini hanya tulisan iseng saja, tapi aku percaya tulisan ini adalah sebuah doa yang suatu saat akan menjadi kenyataan. Sudah banyak semua impian yang aku tuangkan dalam tulisan kemudian menjadi kenyataan, maka aku akan terus menulis setiap doaku sampai Allah izinkan menjadi nyata ^_^  tulisan itu aku buat setahun yang lalu saat aku baru masuk kenotariatan hehe...
Hmmm aku juga mau cerita sedikit nih tentang bagaimana perjuanganku kuliah di kenotariatan sambil jadi istri. Berat, yah itu kata pertama yang ada di kepalaku saat membayangkan peran gandaku sebagai student dan wife. Kau harus biasa menjelma sebagai dua orang yang berbeda, saat aku lagi di rumah dengan suami, aku harus full time menjadi sosok istri yang mengurus segala keperluan suaminya dari A sampai Z. Tapi saat aku lagi dikampus, aku 100 % adalah seorang student yang berbaur dengan teman-temanku.
Pernah loh waktu aku pagi-pagi ada jadwal ujian di kampus, suami telpon-telpon tanyak dimana dasi dan kaos kakinya hahahah lucu sihh rasanya.
Biasanya aku belajar di siang hari saat suami gak dirumah, karena saat suami lagi di rumah aku gak mau buka buku (kalau gak terpaksa misalnya karena ada ujian atau tugas yang banyak), karena aku gak mau suami merasa ada perhatian yang kurang yang aku berikan.

Kuliah sambil menikah adalah dua hal yang sulit, saat teman-teman yang lain di hari sabtu atau minggu bisa belajar bareng sambil nongkrong, harus gak bisa ikutan karena aku harus dirumah, karena weekend adalah waktu libur suami. Terus misalnya pulang kuliah teman-teman pada ngajak jalan atau nongkrong dimana, aku pasti pamitan untuk terus pulang, karena suami udah nunggu aku di rumah.


Memang suami aku gak pernah larang ini dan itu, suami bebaskan kalau aku mau pergi dengan teman-teman, tapi aku sadar sekarang aku gak sendirian lagi. Aku udah punya suami, aku harus hormati suamiku. Walaupun suami mengizinkan, tapi masa iya aku tega ninggalin suami sendirian sedangkan aku haha haha sama teman-teman di luar. Tapi kalau sekali-kali dan pas kebetulan suami juga belum pulang, baru aku ikut sama teman-teman.

Dan di notariat itu tugas masyaa Allah banyak kali, tiap hari pasti ada tugas, dan nulis berbelas belas halaman folio adalah hal yang biasa sama anak-anak notariat. Belum lagi kalau udah ada kuliah umum, jangan deh sampai berani gak hadir kalau gak mau absen di palang langsung 4 kali sama kaprodi Dr. Devi tercinta, aku pernah nih sekali gak hadir kulia umum dan aku harus ngulang 1 mata kuliah di semester bawah kelas eksekutif, seram kan yah hahaha  itulah jurusanku.

Terus kalau udah kelas lab, kami berperan seakan akan notaris, dan dosen 2 orang akan menjadi klien kami. Dosen akan tanya ini itu tentanag peraturan, tata cara, syarat, dan lain sebagainya dengan berbagai macam kasus yang akan di masukkan di dalamnya, seketika itu setiap saraf harus saling sambung meyambung secara cepat. Di lab akan dilihat kemampuan seorang mahasiswa sebagai calon notaris dalam mengahdap setiap permasalahn yang terkait dengan akta, dan kasus setiap kliennya.

Sekarang studiku tinggal 1 1/2 semester lagi, yang aku rasa sangat sulit untuk dilalui, ternyata sekarang sudah hampir di titik akhir, setiap aku libatkan Allah, Allah pasti akan mempermudah segalanya. Setiap aku ada di dalam kondisi sulit, aku selalu berdoa Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa” [artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah]”

Aku pernah baca sebuah buku, petikan kalimatnya kurang lebih "jika wanita menikah dengan pejabat, maka dia akan senang karena mempunyai suami seorang pejabat yang notabennya adalah orang kaya. Tetapi saat pria menikah dengan wanita yang pejabat, dia akan merasa bangga karena mempunyai istri yang cerdas". Itulah yang ingin aku berikan pada suamiku, aku ingin suamiku bangga mempunyai istri sepertiku, dan pastinya untuk seluruh keluarga juga, terutama mama dan papa.

So, intinya menikah itu bukan penghalang kita untuk terus sekolah. Sekolahlah setinggi mungkin, jadilah wanita yang suka belajar, kesamapingkan anggapan wanita hanya di dapur kasur dan sumur. Sekolahlah, belajarlah, gapai cita-cita kita.

Ini dulu ya, mau masak nasi goreng dulu untuk suami, bentar lagi suami sampai rumah. Bye !!
Salam dari wanita sejuta mimpi ^_^


(Lanjutan cerita program hamil akan aku tulis besok ya hehe)


Minggu, 21 Oktober 2018

PENGALAMAN HSG (pengalaman yang indah untuk dikenang, tapi tidak untuk diulang)

Selamat malam....
Aku mau lanjutin cerita program hamilku nih ^_^
Hmmm malam ini aku mau bahas tentang pengalaman HSG (histerosalpingografi)

Jadi bulan lalu aku menjalani HSG di Lab Pramita, kalau HSG itu harus dengan surat pengantar dari dokter kandungan (setau aku ya). HSG dilakukan setelah kita bersih dari haid, biasanya dokter akan suruh HSG di hari ke 9-11 haid, karena kalau udah di atas hari tersebut ditakutkan sudah masuk masa subur, di masa subur adalah waktu pelepasan sel telur dari indung telur, jadi kalau nanti di HSG, takutnya cairan HSG bisa merusak sel telur tersebut.

HSG sendiri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat saluran tuba fallopi , apakah ada sumbatan atau tidak, karena jika tuba fallopi ada seumbataban, maka sperma dan sel telur tidak bisa bertemu (gak jadi baby dong hehe), karena tuba fallopi adalah tempat pertemuan atara sperma dan sel telur (sihiyy pake tempat ketemuan segala hahaha).

Dari HSG lah kita bisa tau tuba fallopi kita ada sumbatan apa enggak, umumnya setiap wanita mempunyai dua tuba fallopi kiri dan kanan. Hasil HSG tiap orang bisa bermacam, ada yang kedua tuba nya patent (tidak tersumbat), ada yang hanya paten kanan dan kiri non patent, ada yang hanya patent kiri dan kanan non patent, dan ada yang keduanya non patent. Alhamdulillah, tuba fallopiku patent walaupun hanya ada disebelah kanan, itu artinya peluang untuk terjadi pembuahan masih ada.

Aku gak bisa banyangkan gimana hancurnya aku kalau kedua tubanya tertutup, kata dokter untuk kasus kedua tuba tertutup tidak ada jalan lain selain bayi tabung dan keajaiban. Karena jika kedua tertutup maka sperma sama sekali tidak bisa bertemu dengan sel telur, ibarat ada tembok penghalang.
Kata dokterku, penyebab tuba tersumbat ada benyak faktor,tapi faktor yang paling sering adalah endometriosis. Salah satu ciri endomestriosis adalah sakit perut yang sangat saat mestruasi, tapi selama sakit perut yang dirasa masih dalam batas wajar, tidak perlu cemas.

Balik ke topik kita tentnag HSG, jadi setelah bersih dari haid, aku ditemani mama papa dan suamiku pergi ke Lab Pramita, satu hari sebelum HSG aku takut sampai gak bisa tidur, karena aku melihat alat-alat HSG di internet yang waaww luar biasa menyakitkan sepertinya. Fyi, aku adalah orang yang sama sekali gak bisa tahan sakit, apalgi yang berhubungan dengan alat medis hoaahhh.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPtwKdSikAWSZ6ypGoNtNy0Du6OH1VLj9WP9kZIu23JowOQY8gi97OOyrEJgtRyW-JjYJX5WB_QKdgirOWtGWL4xxC-64JSmTm0U9iLp72EWuqMAFKAm0kPGlp1B4c8m9ITLL8IPM-G3U/s1600/figg_1+%25281%2529.png



Itu adalah alat-alat HSG yang bakalan dimasukkan, ke vagina kita. Serem kan? Hihihi
Yupss, itulah yang aku jalani. Perjuangan demi si calon buah hati, semoga kelah kamu menjadi anak yang sholeh sholehah ya nak, ini nih perjuangan mama papa demi mendapatkan kamu hehe. Oiya kenapa disini aku bilang perjuangan mama papa? Ya memang yang melakukan ini adalah istri, tapi perjuangan suami adalah harus merasakan kepedihan di hati saat melihat istrinya diperiksa dengan alat-alat yang menyeramkan itu, menjalankan program kehamilan harus saling mendukung satu sama lain.

So, yang seperti gunting itu (aku gak tau namanya) akan dicelupkan ke betadine dan dimasukkan ke vagina, itu untuk membersihkan dalam serviks deh kalo gak salah, terasa agak perih perih gimana gitu saat itu dimasukkan terus di putar putar waktu memebersihkannya. Oh ya, sebelumnya, terlebih dahulu kita di pasangin spekulum atau cocor bebek untuk  membuat vagina kita jadi lebar, biar alat alatnya mudah dimasukkan. Setelah dibersihkan dengan betadine, yang terakhir adalah di masukkan kateter yang terhubung dengan suntik cairan kontras.

Setelah semua alat selesai dimasukkan, kemudian di semprotkan cairan kontras tadi ke dalam vagina. Ini bagian yang paling menyakitkan buat aku, selama pemeriksaan aku merenung inilah yang Allah mau, sebelum Allah menitipkan amanahnya, Allah mau aku benar-benar siap menjadi seorang ibu. Agar aku menjadi ibu yang kuat nantinya, dan HSG ini aku anggap adalah salah satu nikmat dari Allah untukku, karena gak semua perempuan Allah beri kesempatan merasakan HSG, merasakan nikmatnya berjuang bersama untuk mendapatkan buah hati. Dari sini aku belajar arti mencintai, saling mencintai berarti saling berjuang bersama. Aku juga belajar bahwa kasih sayang orangtua kepada anak benar-benar tanpa batas dan orngtua rela melakukan anapun demi anaknya, i love mama u  papa. (Tuh kan bapeeeerrr)

Saat pemeriksaan, kita akan merasakan sakit seperti senggugut saat menstruasi, yang sakitnya selalu timbul setiap dokter menyuntikkan cairan kontras. Kemudian setelah pemeriksaan yang dilakukan kurang lebih 20-25 menit, kita diminta untk menunggu hasilnya  kurang lebih 15 menit. Kemudian keluarlah hasilnya.....


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOAPmeLTGmrLv2S1BpqPWAwTbl4_uB_gCmAnHohUoVVUhwDlclFqV88Y8MPhVMR1Z_xKsX-DD1TncvgfExrGYcxgQuvmOwR5JZVj4GpORmv0llnz3_EQY7odng2GHJCIWZuOWiOJa0PYo/s1600/hsg.jpg
Gambar ini adalah contoh gambar tuba fallopi yang patent kiri dan kanan, telihat kedua cairan kontras memenuhi tuba fallopi hingga indung telur

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb5i999CwlrcF01RvF7T3CW3845fMf33NyBNlfoXnccKllRZq9xgL_VWDguj36f2cLiatCLOQiIJZI_I1OqzT-qg3MQw_qlm3LkygeW-GjZG_EtD_Xhyr1ppoRTNxeKThHNnbeuWoqwTBI/s1600/2017-11-21-20-55-11.jpg

Yang ini alah gambar untuk tuba fallopi yang hanya patent di salah satu saja, aku termasuk yang ini, karena tuba fallopinya hanya ada di sebelah kanan dan sebalah kiri tidak terlihat saat di beri cairan kontras

http://www.ivflite.org/viewimage.asp?img=ivflite_2016_3_1_36_183445_f2.jpg

dan ini yang terakhir adalah gambar tuba fallopi yang tersumbat dikeduanya, samas sekali tidak terlihat cairan kontras di kanan dan di kiri.

Ada beberapa orang yang bertanya, apa rasanya HSG ? Rasanya sakit (pasti dong), karena semua tindakan sama sekali tidak ada pembiusan. Tapi rasa sakitnya masih bisa ditahan kok, gak sampai membuat kita jadi harus dirawat di icu hehe. Setelah HSG, kita diberikan pembalut karena akan terjadi pendarahan pasca HSG. Aku sendiri pakai pembalut selama tiga hari setelah HSG, dihari pertama keluar darah (tapi tidak banyak seperti haid), dihari kedua dan ketiga hanya keluar becak bercak coklat (mungkun efek cairan kontras). Beberapa menit setelah HSG aku masih biasa aja, tapi setelah satu jam efek HSG baru terasa, perutku rasanya kembuuuung kali, sakit, mau batuk rasanya uuhh sakitnya. Tapi itu gak lama kok, cuma tiga aja, setelah itu semuanya kembali normal.
Intinya HSG itu jangan di lawan, semakin kita lawan saat mau masukkan alat alat itu, semakin kita merasakan sakit. Untuk teman-teman yang masih takut HSG, aku bilang "jangan takut, sakitnya HSG masih dalam batas bisa ditahan kok"

Terakhir nih masalah harga, aku bayar kurang lebih sekitar 1,5 jutaan, ada tambahan 150 ribu untuk penggunaan kateter, karena aku terlalu tegang, jadi dokter harus memasangkan kateter biar cairannya bisa masuk.

Semoga infomasinya bermanfaat ya teman-teman ^_^






Jumat, 19 Oktober 2018

Program Kehamilan

Udah lama kali gak  nulis, kali ini mau nulis tentang program kehamilan yang lagi kami dijalani.
Sebelumnya, kami menikah pada tanggal 9 Juli 2017. Yups, udah 1 tahun lebih berartikan. Tapi Allah belum percayakan amanahnya pada kami hehe. Bulan Agustus 2018 kami baru memulai program kehamilan kami di dokter kandungan, praktek dokternya di Jl Sekip, Medan.
Awal mula program kami pada kunjungan pertama adalah usg untuk cek kondisi rahim, alhamdulillah di rahim gak masalah, ukuran rahim normal, posisi rahim bagus dan aliran darah ke rahim juga oke. Selanjutkan dokter menyarankan datang lagi bulan depan pada haid hari kedua untuk usg lagi melihat kondisi rahim pada saat menstruasi. Kami pun datang lagi bulan september pada haid hari kedua, dilakukan usg kembali, dan hasilnya alhamdulillah rahim dalam keadalaan bagus, gak ada miom kista dan kawan-kawannya. 
Selanjutnya setelah haid berakhir, tepatnya pada hari ke 10 haid, aku disuruh dokter melakukan hsg (nanti akan aku tulis di bagian tesendiri apa itu hsg), dan suamiku melakukan cek sperma. Untuk hsg kami lakukan di Lab Pramita, sedangkan untuk cek sperma kami lakukan di Lab Prodia, dalam melakukan pemeriksaan lab nya di tentukan oleh dokter kandungan. Setelah kedua cek kami lakukan, tibalah pembacaan hasil cek oleh dokter kandungan. Hasil cek sperma suamiku adalah normal, hanya saja pergerakan spermanya kurang dan jumlahnya tidak terlalu banyak, kata dokter ini bisa dipengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan oleh suamiku, ya memang suamiku adalah orang yang sangat sibuk, bahkan jika perkerjaan kantornya belum selesai di kantor, dia akan membawanya pulang dan dikerjakan di rumah. Dokter memberikan suamiku obat yang diminum selama1 bulan, setelah 1 bulan akan dilakukan cek sperma ulang untuk melihat perkembangannya.
Lalu hasil hsgku, alhamdulillah tuba fallopi kanan ku tidak ada sumbatan, tetapi tuba fallopi sebelah kiri tidak terlihat. Dokter bilang kemungkinan besar aku terlahir dengan satu tuba fallopi, dan itu bukanlah masalah, karena untuk hamil hanya dibutuhkan satu tuba fallopi saja, hanya kesempatan memiliki anak kembar yang seperti sedikit berkurang. Oke dokter, itu tidak masalah. Dokter tidak meresepkan obat apapun padaku, hanya menyuruhkan agar tidak terlalu capek, terlebih saat dimasa-masa subur. 
Taraaaaa, tibalah masa subur (you knowlah kami ngapain hehe). Setelah itu barulah masa menanti menstruasi, oiya aku lupa sampaikan setelah hsg di bulan september, dokter bilang di bulan oktorer pada haid kedua untuk suntik obat pembesar sek telur. Tapi di bulan oktober ini haidku belum juga datang, aku udah telat seminggu lebih, dan waktu di testpack (TP) hasilnya negatif. Kemudian kami hubungi dokter, dan dokter minta kami hri itu juga untuk ke klinik. Datanglah kami siap magrib ke klinik dokter, diakukan usg, dan dokter bilang ini ada penebalan dinding rahim dan pelebaran rahim 6cm lebih, sedangkan rahimku pada saat ukuran normal adalah 4cm lebih. Jadi dokter belum bisa menentukan apakah ini hanya telat haid biasa atau awal kehamilan. 
Dokter suruh aku TP ulang satu minggu kemudian, dokter juga meresepkan aku obat penguat kandungan dan vitamin e. Jadi, minggu depan apapun  hasilnya kami harus tetap ke dokter, jika hasilnya negatif, maka dokter akan beri obat peluruh haid, jika positif waahh alhamdulillah sekali hehe.
Sekian dulu cerita program kehamilannya ya, nanti aku akan update lagi setelah TP mingu depan ^_^

Senin, 29 Agustus 2016

My Love Story ^_^

-Allah tidak pernah mengambil apa yang kita sayangi
tanpa menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik-

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S 2:216)

*Foto bareng Kakek


Tidak ada kata lain yang pantas ku ucapkan selain kata “Alhamdulilah” untuk menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan padaku. Malam itu, di hari Jum’at ba’da Isya, laki-laki tampan berjenggot itu datang ke rumahku dengan menggunakan batik. Kalimatnya yang membuatku seakan ingin meneteskan air mata haru adalah "saya ingin menjadi pendamping hidup Tya dan siap menyayangi Tya seperti bapak menyayanginya" itu lah yang ia katakan kepada ayahku.

Allahuakbar...
Allah adalah sebaik-baik perencana, seindah apapun rencana kita, jauh lebih indah lagi rencana Allah. Aku teringat kejadian di Ramadhan lalu, saat Allah patahkan hatiku, saat itu aku merasa benar-benar sangat hancur, aku merasa Allah tidak menyayangiku karena memisahkan aku dengan orang yang aku sangat sayangi. Pelarianku saat itu adalah beri'tikaf di mesjid, aku menyibukkan diri dengan lebih rajin membaca al-qur'an dan mengerjakan sholat-sholat sunnah. Perlahan tapi pasti aku mulai bisa mengontrol hatiku, pelan-pelan aku mulai bisa mengikhlaskan dia yang kucinta. Aku percaya jodoh tidak akan tertukar karena sudah dengan tegas tertulis di Lauhul Mahfudz. Jika dia memang jodohku maka Allah pasti akan satukan kami lagi, namun jika bukan di orangnya maka aku yakin Allah sudah siapkan laki-laki yang jauh lebih baik dari dia untuk menjadi suamiku kelak.
Pada masa-masa pemulihan hatiku, aku selalu berdoa pada Allah agar mempertemukan aku segera dengan laki-laki yang akan menjadi jembatanku menuju surga. Aku juga sampaikan pada Allah laki-laki seperti apa yang aku mau. Laki-laki yang tampan, berpendidikan, putih, tinggi, taat, pintar, rajin, tidak pelit, penyayang, penyabar, setia, dan pastinya selalu mencintaiku. Tapi hatiku berkata "apakah ada laki-laki sesempurna itu?", tapi siapapun dia nanti aku percaya dia adalah laki-laki terbaik yang dipilihkan Allah untukku.

Masyaa Allah...
selepas Ramadhan Allah benar-benar membuatku terkejut dengan rencanaNya. Allah hadirkan laki-laki sesuai dengan apa yang aku minta, semua kriteria yang aku sampaikan pada Allah benar-benar Allah berikan padaku. Datang seorang laki-laki yang aku sama sekali tidak pernah menyangka dan tidak pernah terpikir untuk menikah dengannya, dia adalah seniorku waktu aku magang di kantor pengacara.
Kami bertemu di bulan Desember 2015, aku mulai magang di bulan Januari 2016. Selama satu bulan magang dikantornya, kami sangat sangat sangat jarang berbicara. Bahkan hampir setiap hari kami lalui tanpa berkomunikasi satu sama lain, saat magangku selesai, yasudah kami pun tidak pernah ada komunikasi selama lebih dari setengah tahun. Semuanya berjalan biasa saja, bahkan aku pun tidak pernah ingat dengannya.

Sampai pada suatu hari...
Saat aku selesai sholat ashar, dengan kesungguhan hati aku meminta untuk segera di pertemukan dengan jodohku yang akan menjadi penyempurna separuh agamaku. Dengan linangan air mata aku meminta pada Allah untuk mempertemukan kami sesegera mungkin, dimana pun dia berada aku mohon agar dia selalu diberi kesehatan dan segera datang menemuiku.
Saat aku baru saja meng"amin"kan doaku, aku langsung pergi makan dengan temanku. Setelah sampai di tempat makan, tiba-tiba masuk pesan ke hp ku, ada teman yang mengatakan bahwa ada seorang pria yang ingin serius denganku, ingin melamarku. Aku benar-benar kaget seakan tidak percaya, rasanya seperti mimpi. Apalagi saat aku mengetahui laki-laki itu adalah orang yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan untuk menikah dengannya, hatiku berkata "dia? Benarkah ini? Dia begitu cuek saat aku magang dulu, tidak pernah melirikku, sangat jarang senyum padaku, kanapa bisa? Aahh ini pasti bercanda".
Namun semua keraguan dihatiku ditepisnya dengan cara memintaku langsung pada ayahku. Bagi seorang wanita, hal yang paling membahagiakan selain bisa melahirkan seorang anak adalah dilamar oleh laki-laki sholeh pemberani yang langsung datang menemui orangtuanya. Terimakasih ya Allah, indah sekali rencanaMu ini. Ternyata Engkau sangat amat menyayangiku, Engkau pisahkan dan jauhakan aku dari laki-laki yang tidak baik untukku dan Engkau gantikan dengan laki-laki yang dengan bersamanya maka Engkau dan surgaMu terasa lebih dekat.

Maafkan aku yang dulu sering membuatMu marah dengan segala kesalahan yang aku lalukan, terimakasih Engkau masih memberiku waktu untuk kembali ke jalanMu. Jangan tinggalkan aku walaupun 1 detik ya Rabb. Jika aku mulai menjauh lagi, sentuhlah lagi aku agar kembali dan bisa terus dekat denganMu. Jadikanlah pernikahan kami nanti sebagai ladang pahala untuk menebus semua dosa-dosa kami, sebagai jembatan kami menuju surgaMu, serta lancarkanlah semua urusan kami sampai hari pernikahan nanti, aamiiin.

#HamdaniParinduri,S.H.
#PujiGustiaAsril,S.H.


Selasa, 09 Agustus 2016

Catatan Cerita Semesteran (part1)


Catatan Cerita Semesteran (part1)
By: Puji Gustia Asril
(tulisan ini aku buat saat aku berada di semester 4, aku post untuk sekedar berbagi pengalaman dan flashback masa-masa indahku saat masih menjadi mahasiswa. Sekarang aku udah tamat kuliah, kisah di semester 5 sampai 8 akan kutulis di postingan selanjutnya , enjoy ^^)
Namaku adalah Puji Gustia Asril, teman-temanku biasa memanggil dengan sebutan Tia. Aku adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Sekarang aku kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia, tepatnya di Fakultas Hukum. Kenapa memilih Hukum? Selain arahan dari orangtua, menurutku Hukum mempunyai prospek kerja yang luas. Karena disetiap instansi pasti membutuhkan Sarjana Hukum untuk membidangi divisi Hukum, bahkan Bank dan Perusahaan saja yang sejatinya adalah lapangan orang-orang Ekonomi tetap membutuhkan Sarjana Hukum.
Sebagai Calon Sarjana Hukum yang saat ini sedang menikati masa-masa di semester 4, aku sangat bersyukur kepada Allah SWT karena telah memberikanku nikmat berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri yang merupakan dambaan setiap orang, walaupun kampusku tidak sebonafit UI atau pun UGM, tetap saja namanya masuk dalam daftar Perguruan Tinggi Negeri (hehehe).
Selama beberapa semester menyeselaikan studi di Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, aku mendapatkan berbagai pengalaman yang berarti. Mulai dari menjadi anak yang lebih mandiri karena dengan kuliah di Aceh mengharuskanku mengekos (aku berasal dari Medan), dengan mengekos aku dituntut untuk bisa mengurus diri sendiri, mulai dari menyuci baju sendiri, masak sendiri, bangun tidur sendiri (biasa waktu masih sekolah harus dibanguni mama), membereskan kamar sendiri, semua harus sendiri sampai-sampai aku harus bisa memenej waktu dan uang sediri. Itu adalah hal yang sangat sulit aku lakukan saat awal-awal semester 1 (maklum waktu masih sekolah semua-semuanya harus mama, anak mami banget wkwkw).
Ketika memasuki semester 2 aku sudah mulai terbiasa dengan kehidupan baruku, aku  mendapatkan banyak teman yang sangat care denganku. Di semester 2 aku mulai belajar bersosialisasi dengan anak-anak dari semester lain, di semester ini lah awal aku menemukan keluarga baruku, yaitu KBB atau Keluarga Batak Bahagia (karena kami dari Medan, jadi semuanya pukul rata jadi orang Batak, walawpun dalam KBB sendiri sukunya beragam mulai dari Batak, Karo, Mandailing, Minang, Makasar sampai Aceh. Karena Medan terkenal dengan Bataknya, jadinya semua dianggap orang Batak hahhaha).
Next, disemester 2 aku juga mulai mengikuti Debat Konstitusi (woooww), walaupun baru tingkat kampus, tapi aku mendapatkan berbagai pengalaman yang mengajarkanku untuk lebih cekatan dalam berfikir dan berbicara. Dengan segala perjuangan dan pengorbanan, akhirnya aku dan teman-temanku berhasil mendapatkan juara kedua, alhamdulillah (aku sempat nangis waktu di umumkan juara kedua, karena belum bisa terima saat itu kami tidak mendapatkan juara pertama karena kesalahan sendiri. Tapi kami masuk koran loh hiihihihih)
Lalalalala, masuk semester 3 aku mulai menikmati hari-hariku di kampus sebagai Mahasiswa Fakultas Hukum karena dalam menjalankan 2 semester tadi hatiku masih sedikit terbayang oleh FKG (maklum ya cita-cita dulu mau jadi dokter gigi, sekarang aku sadar kelebihan Sarjana Hukum dari Dokter Gigi, kalau Dokter Gigi mencari uang dari mulut orang  lain, sedangkan Sarjana Hukum mencari uang dari mulutnya sendiri hahahaha). Di semester ini aku mengikuti lomba pidato dalam rangka Dies Natalis FH Unimal yang ke-24, dan alhamdulillah banget aku berhasil mendapatkan juara 1 dan hadiah piala serta uang tunai Rp400ribu (alhamdulillah ^_^). Di semester ini aku juga mengikuti tes CPNS Kejaksaan lho, untuk tahap pertama yaitu ujian tulis aku berhasil lulus, tapi pada tahap kedua Allah belum memberikanku tugas untuk menjadi seorang PNS, mungkin Allah masih menginginkan aku belajar terlebih dahulu untuk mematangkan ilmuku di bidang hukum. Tapi ketidaklulusanku di penerimaan PNS kali ini diganti Allah dengan ip 3,90 yang akan aku persembahkan kepada kedua orangtuaku.
Daaaaaaaann sekarang sudah semestester 4 (horeee), saat ini aku sedang menjalankan semester 4 ku, pada semester ini aku benar-benar menikmati hari-hariku sebagai mahasiwa Fakultas Hukum apalagi disemester lalu aku berhasil mendapatkan ip 3,90 yang membuatku semakin giat untuk belajar. Eeeeiit satu lagi, pada semester ini aku dan teman-temanku mngikuti PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), dan alhamdulillah untuk tingkat Provinsi Aceh kami telah lulus. Dan di bulan April nanti Insya Allah kami akan ke Banda Aceh mewakili Unimal untuk bersaing dengan universitas lain dan semoga kami bisa lulus ke PKM Tingkat Nasional yang rencananya akan diselenggarakan di Bandung (aamiin).

Wahai Yang Mulia, Muliakah Putusanmu?

Wahai Yang Mulia, Muliakah Putusanmu?
Oleh: Puji Gustia Asril

            Dalam kehidupan masyarakat yang bebas, hukum berperan menegakkan asas EQUALITY BEFORE THE LAW[1]. Hal ini merupakan salah satu sendi NEGARA HUKUM  dan sekaligus pula salah satu sendi kehidupan masyarakat. Hukum adalalah “panglima” tertinggi pada negara demokasi, Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem demokrasi.
Penegakan hukum adalah syarat yang paling penting dalam kemajuan suatu negara, jika hukum ditegakkan dengan benar dan adil, maka negara akan menjadi sejahtera, namun jika hukum ditegakkan dengan sewenang–wenang maka tinggal menunggu kapan negara akan hancur. Penegakkan hukum dipengaruhi oleh tiga unsur, yaitu substansi, struktur dan kultur. Harus ada kerjasama yang baik diantara ketiga unsur ini, substansi adalah produk hukum berupa peraturan tertulis, struktur adalah yang menjalankan administrasi peraturan tertulis yang berupa instansi dan aparat penegak hukum, sedangkan kultur adalah budaya hukum masyarakat.
Dari ketiga unsur ini, struktur memegang peranan yang sangat penting, karena didalam struktur terdapat aparat penegak hukum. Sebaik apapun substansi dan kultur hukum yang dimiliki akan terasa sia-sia jika aparat penegak hukum sendiri tidak menegakkan hukum dengan adil. Mulai dari penyelidik, penyidik, jaksa hingga hakim adalah aparat penegak hukum yang menentukkan arus penegakkan hukum di Indonesia, jika mereka salah menegakkan hukum, maka sudah bisa dipastikan Indonesia tinggal menunggu kehancuran saja, tetapi ada satu profesi hukum yang menjadi ujung tombak dari penegakkan keadilan, yaitu “HAKIM”.
            Karena itu, ditangan para hakim terdapat tugas mulia dalam menegakkan keadilan, terlebih lagi karena di tangan para hakim terdapat palu yang akan memutus suatu perkara, sehingga menyebabkan banyak putusan penting dalam hidup manusia ada di tangan hakim. Karena kewenangan hakim yang sangat luas, maka kepada hakim dituntut untuk bersikap mulia dan bertingkah laku terpuji lebih dari profesi lainnya. Sikap dan tingkah laku hakim yang mulia dan terpuji itu terlihat dengan jelas dalam lambang dari profesi hakim yang disebut dengan “Panca Dharma Hakim”[2].
            Namun kita lihat kenyataannya saat ini begitu banyak hakim yang mengabaikan kode etiknya, saat ini kebanyakan para hakim menjadikan profesinya untuk menjual-belikan putusan atau hanya sekedar jabatan. Padahal hakim itu  bukan hanya jabatan, melainkan juga amanah mulia untuk menegakkan keadilan.
Hakim adalah pejabat negara pelaksana kekuasaan kehakiman, sebagai pengayom masyarakat dalam penegakan dan menerapkan hukum melalui pengadilan, sebagai wujud dari pelaksanaan kekuasaan kehakiman yang diamanahkan oleh Undang-Undang Dasar 1945. Hakim harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, jujur, adil, profesional, dan berpengalaman di bidang hukum.
Hakim harus independen dalam melaksanakan tugasnya, serta  bebas dari segala campur tangan dan bebas dari kekuasaan lain, seperti eksekutif, legislatif, dari lembaga peradilan itu sendiri serta tekanan dari masyarakat. Walaupun hakim memiliki kekuasaan yang mandiri, yang tidak boleh dipengaruhi oleh kekuasaan lain bukanlah berarti kekuasaan kehakiman itu terlepas dari aturan hukum yang berlaku.
Dalam melaksanakan tugasnya hakim haruslah mengikuti dan mengindahkan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku, baik hukum tertulis maupun hukum yang tidak tertulis yang hidup di tengah masyarakat. Putusan hakim harus mencerminkan rasa keadilan yang tumbuh dan hidup dalam masyarakat.
            Hakim sejatinya adalah pejabat negara yang ditugaskan sebagai pengadil dan pelaksana hukum juga mempunyai kewajiban untuk memeriksa dan mengadili sutau perkara yang dilimpahkan ke pengadilan, walaupun sekarang ini yang kita rasakan bahwa peraturan hukumnya tidak atau kurang jelas bahkan mungkin belum diatur secara tegas dalam perkara yang dilimpahkannya, karena hakim harus memeriksa dan mengadili maka para hakim harus dapat menemukan hukumnya agar perkara yang ditanganinya dapat diadili.
Dalam konteks inilah hakim berfungsi sebagai pembentuk hukum apabila pada akhirnya hakim tersebut dapat menyelesaikan tugasnya dengan adil dan baik dalam perkara yang diadili. Istilah penegakan hukum dan penegakan keadilan merupakan dua sisi dari mata uang yang sama. Menurut ajaran asas EQUITY[3], hanya penegakan hukum yang mengadung nilai-nilai PERADABAN, KEMANUSIAAN dan KEPATUTAN yang dapat mencapai KEBANARAN(truth) dan KEADILAN (justice).
Setiap penegakan hukum bertitik tolak dari nilai-nilai peradaban dan kemanusiaan dan kapatutan, pasti mendekati kebenaran dan keadilan. Jadi hakikat tugas hakim itu sendiri memang seharusnya mencari dan menemukan kebenaran materiel untuk mewujudkan keadilan materiel. Kewajiban demikian berlaku, baik dalam bidang hukum pidana, hukum perdata, maupun bidang hukum lainnya.
      Kinerja hakim di Indonesia sampai saat ini dirasakan belum memuaskan hal ini dikarenakan banyak persoalan-persoalan yang melanda para hakim, disaat masyarakat merindukan hukum yang bisa digunakan untuk dijadikan tumpuan terakhir disaat keadilan dan hak-hak masyarakat dirampas, ini menjadikan kepercayaan masyarakat terhadap hakim menjadi semakin melemah dimana masih banyak sekali praktek jual beli putusan yang terjadi di pengadilan, hal ini sudah menjadi rahasia umum dikalangan masyarakat.
Masalah yang penting untuk segera diselesaikan secepat mungkin yaitu  bagaimana bisa mendapatkan hakim yang baik, ini berarti bahwa hakim yang baik yaitu hakim yang memiliki profesionalitas, integritas, kualitas bukanlah lahir dengan sendirinya akan tetapi dibentuk[4]. Perubahan kearah terciptanya sistem peradilan yang lebih baik hanya dapat terjadi apabila kita berhasil membentuk dan menempatkan hakim yang baik tersebut pada badanbadan peradilan.
Hakim mempunyai sapaan yang berbeda dengan penegak hukum lainnya, yaitu “Yang Mulia”, maka sangatlah pantas jika hakim mendapatkan sapaan seperti itu dengan mengingat begitu mulianya tugas seorang hakim untuk menegakkan keadilan yang akan mengalir lewat putusan-putusan yang diberikannya. Namun yang menjadi masalah saat ini adalah apakah Sang Pemegang gelar Yang Mulia itu  menjunjung tinggi keadilan seperti yang tersirat di dalam lambang profesi hakim untuk memantaskan dirinya di panggil dengan sapaan Yang Mulia ?
Masalah hakim yang sering terjadi pada hakim saat ini adalah banyak praktik tidak baik di pengadilan di Indonesia seperti pengadilan yang dijadikan pasar jual beli putusan, hal ini menimbulkan kepercayaan rakyat terhadap penegak hukum ini rendah. Jika kita membandingkan antara  problema yang melanda korp pemakai toga saat ini dengan etika profesi hakim, kita akan menjumpai sesuatu yang sangat berbanding terbalik.
            Apabila dilihat dari sifat para hakim seperti yang dilambangkan dalam Panca Dharma Hakim, terlihat betapa mulianya sifat korps hakim ini. Hal ini memang harus demikian, mengingat ditangan para hakimlah butir-butir keadilan akan mengalir lewat putusan-putusan yang diberikannya.  
Salah satu masalah yang sangat prinsipil dalam hal pelaksaan tugas –tugas hakim yang berhubungan dengan masalah etika dan profesionalisme, saat ini begitu banyak hakim yang melaksanakan tugasnya dengan melupakan hakikat tugas hakim yang sesungguhnya. Pengadilan tidak lagi menjadi tempat untuk mencari keadilan, melaikan menjadi pasar jual-beli putusan. Mengingat hakim sebagai ujung tombak keadilan, jika hakim saja berani menjual-belikan putusannya, bagaimana nasib bangsa ini?
Jadi, hakim haruslah bijaksana, mempunyai integritas yang tinggi, tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun, serta tentu saja harus profesional dan berpengetahuan tinggi. Hanya dari tangan hakim yang memenuhi syarat-syaratlah yang dapat diharapkan akan hadir suatu putusan yang tepat, adil dan sesuai nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.
     Wahai Yang Mulia, Muliakah Putusanmu?

Kritik dan Saran
            Kinerja hakim saat ini masih jauh dari harapan dan amanat peraturan perundang-undangan. Tujuan hukum yaitu manfaat, kepastian dan keadilan belum seutuhnya terlaksanya, terutama pada unsur keadilannya. Sehingga saat ini hukum dipandang sebelah mata oleh masyarakat, maka disini hakim memegang peranan yang sangat penting untuk mengembalikan citra baik dari hukum sebagai “pengatur” menjadi sumber ketertiban dan keamanan.




[1] Azas Equality Before The Law adalah azas yang menunjukkan persamaan setiap orang di depan hukum, hukum tidak boleh pandang bulu dalam menegakkan keadilan. Hal ini tersirat pada simbol dewi themis(dewi pada kepercayaan Yunani kuno di anggap sebagai Dewi Keadilan) yang membawa timbangan libra pada tangan kanannya yang mengartikan bahwa hukum harus menegakkan keadilan, dan membawa pedang di tangan kirinya yang mengartikan bahwa hukum harus tegas dalam menegakkan keadilan, serta mata sang dewi pun tertutup yang mengartikan bahwa hukum tidak boleh pilh kasih dalam menegakkan keadilan. 
[2] Panca Dharma Hakim adalah sebutan untuk korp hakim, yang mempunyai 5 unsur, yaitu : Kartika, Cakra, Candra, Sari dan Tirta. Menurut Munir Fuadi, S.H., M.H., LL.M. dalam bukunya Profesi Mulia, bandung: Citra Aditya Bhakti, 2005
[3]  M. Yahya Harahap, S.H. “Beberapa Tinjauan Mengenai Sistem Peradilan dan Penyelesaian Sengketa” hlm 421
[4] Pendapat  Odette Buitendam  “Good Judges Are Not Not Bom But Made”