-Allah
tidak pernah mengambil apa yang kita sayangi
tanpa
menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik-
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik
bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk
bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S
2:216)
*Foto bareng Kakek
Tidak
ada kata lain yang pantas ku ucapkan selain kata “Alhamdulilah” untuk menunjukkan rasa
syukur atas nikmat yang Allah berikan padaku. Malam itu, di hari Jum’at ba’da
Isya, laki-laki tampan berjenggot itu datang ke rumahku dengan menggunakan
batik. Kalimatnya yang membuatku seakan ingin meneteskan air mata haru adalah
"saya ingin menjadi pendamping hidup Tya dan siap menyayangi Tya seperti
bapak menyayanginya" itu lah yang ia katakan kepada ayahku.
Allahuakbar...
Allah adalah sebaik-baik perencana, seindah apapun rencana kita, jauh lebih indah lagi rencana Allah. Aku teringat kejadian di Ramadhan lalu, saat Allah patahkan hatiku, saat itu aku merasa benar-benar sangat hancur, aku merasa Allah tidak menyayangiku karena memisahkan aku dengan orang yang aku sangat sayangi. Pelarianku saat itu adalah beri'tikaf di mesjid, aku menyibukkan diri dengan lebih rajin membaca al-qur'an dan mengerjakan sholat-sholat sunnah. Perlahan tapi pasti aku mulai bisa mengontrol hatiku, pelan-pelan aku mulai bisa mengikhlaskan dia yang kucinta. Aku percaya jodoh tidak akan tertukar karena sudah dengan tegas tertulis di Lauhul Mahfudz. Jika dia memang jodohku maka Allah pasti akan satukan kami lagi, namun jika bukan di orangnya maka aku yakin Allah sudah siapkan laki-laki yang jauh lebih baik dari dia untuk menjadi suamiku kelak.
Pada masa-masa pemulihan hatiku, aku selalu
berdoa pada Allah agar mempertemukan aku segera dengan laki-laki yang akan
menjadi jembatanku menuju surga. Aku juga sampaikan pada Allah laki-laki
seperti apa yang aku mau. Laki-laki yang tampan, berpendidikan, putih, tinggi,
taat, pintar, rajin, tidak pelit, penyayang, penyabar, setia, dan pastinya
selalu mencintaiku. Tapi hatiku berkata "apakah ada laki-laki sesempurna
itu?", tapi siapapun dia nanti aku percaya dia adalah laki-laki terbaik
yang dipilihkan Allah untukku.
Masyaa Allah...
selepas Ramadhan
Allah benar-benar membuatku terkejut dengan rencanaNya. Allah hadirkan
laki-laki sesuai dengan apa yang aku minta, semua kriteria yang aku sampaikan
pada Allah benar-benar Allah berikan padaku. Datang seorang laki-laki yang aku
sama sekali tidak pernah menyangka dan tidak pernah terpikir untuk menikah
dengannya, dia adalah seniorku waktu aku magang di kantor pengacara.
Kami bertemu di bulan Desember 2015, aku mulai
magang di bulan Januari 2016. Selama satu bulan magang dikantornya, kami sangat
sangat sangat jarang berbicara. Bahkan hampir setiap hari kami lalui tanpa
berkomunikasi satu sama lain, saat magangku selesai, yasudah kami pun tidak
pernah ada komunikasi selama lebih dari setengah tahun. Semuanya berjalan biasa
saja, bahkan aku pun tidak pernah ingat dengannya.
Sampai pada suatu hari...
Sampai pada suatu hari...
Saat aku selesai
sholat ashar, dengan kesungguhan hati aku meminta untuk segera di pertemukan
dengan jodohku yang akan menjadi penyempurna separuh agamaku. Dengan linangan
air mata aku meminta pada Allah untuk mempertemukan kami sesegera mungkin,
dimana pun dia berada aku mohon agar dia selalu diberi kesehatan dan segera
datang menemuiku.
Saat
aku baru saja meng"amin"kan doaku, aku langsung pergi makan dengan
temanku. Setelah sampai di tempat makan, tiba-tiba masuk pesan ke hp ku, ada
teman yang mengatakan bahwa ada seorang pria yang ingin serius denganku, ingin
melamarku. Aku benar-benar kaget seakan tidak percaya, rasanya seperti mimpi.
Apalagi saat aku mengetahui laki-laki itu adalah orang yang sama sekali tidak
pernah aku bayangkan untuk menikah dengannya, hatiku berkata "dia?
Benarkah ini? Dia begitu cuek saat aku magang dulu, tidak pernah melirikku,
sangat jarang senyum padaku, kanapa bisa? Aahh ini pasti bercanda".
Namun
semua keraguan dihatiku ditepisnya dengan cara memintaku langsung pada ayahku.
Bagi seorang wanita, hal yang paling membahagiakan selain bisa melahirkan
seorang anak adalah dilamar oleh laki-laki sholeh pemberani yang langsung
datang menemui orangtuanya. Terimakasih ya Allah, indah sekali rencanaMu ini. Ternyata Engkau sangat
amat menyayangiku, Engkau pisahkan dan jauhakan aku dari laki-laki yang tidak
baik untukku dan Engkau gantikan dengan laki-laki yang dengan bersamanya maka
Engkau dan surgaMu terasa lebih dekat.
Maafkan
aku yang dulu sering membuatMu marah dengan segala kesalahan yang aku lalukan,
terimakasih Engkau masih memberiku waktu untuk kembali ke jalanMu. Jangan
tinggalkan aku walaupun 1 detik ya Rabb. Jika aku mulai menjauh lagi, sentuhlah
lagi aku agar kembali dan bisa terus dekat denganMu. Jadikanlah pernikahan
kami nanti sebagai ladang pahala untuk menebus semua dosa-dosa kami, sebagai
jembatan kami menuju surgaMu, serta lancarkanlah semua urusan kami sampai hari pernikahan nanti, aamiiin.
#HamdaniParinduri,S.H.
#PujiGustiaAsril,S.H.