Melanjutkan cerita program hamil kemaren, sorry updatenya lama buanget, soalnya kemaren charger ipad lagi rusak, hehehe
Oke, so...... Hasil dari satu minggu menunggu itu adalah negatif huhuhuh, ada rasa sedih sih, tapi alhamdulillah punya suami yang selalu menghibur hehe. Kemaren karena hasilnya negatif, kami berdua ada rencana untuk main-main 3 hari ke kuala lumpur untuk liburan singkat. Tapi ternyata aku ada uts, jadinya terpaksa di batalin deh, dan kebetulan setelah kami batalkan liburan, suami juga ada kerjaan diluar kota. Jadi selama aku uts suami juga lagi diluar kota, dan memang gak pas banget kemaren untuk liburan karena kami berdua lagi sibuk-sibuknya
Balik ke laptop, kami datang ke dokter setelah hasil tespack negatif, dokter langsung memeriksa lewat usg, dan yaahh ternyata benar, di rahimku sudah ada sekat-sekat yang kata dokter sekat-sekat itu bakalan luruh dan menjadi menstruasi, dokter meresepkan aku obat hormon dan satu obat lagi aku lupa namanya tapi kalau gak salah itu obat kalsium gitu deh . Karena dari dokter kami sudah terlalu malam (sekitar jam 10, karena kami ke dokter sepulang aku dari kuliah, dan baiknya dokterku beliau mau menunggu perkuliahan ku selesai sampai jam 9 malam), kami gak sempat ke apotik beli obat karena malam itu juga suamiku harus berangkat ke luar kota. Besoknya sebelum aku sempat beli obat, haidku datang, lalu aku telpon dokter menanyakan apakah resep kemaren tetap diminum atau tidak, tapi dokter bialng tetap diminum karena itu adalah obat hormon, bukan obat peluruh haid.
Seharusnya pada haid hari kedua aku balik lagi ke dokter, tapi karena suamiku masih diluar kota, kami balik lagi ke dokter pada haid hari ke empat. Disana dokter lakukan usg lagi untuk melihat kondisi rahim pada saat menstruasi dan melihat aliran darah ke rahim, alhamdulillah semua dalam keadaan baik.
Kemudian sampai pada saat ini aku menulis tulisan ini, obatku semua sudah habis, dan seperti biasa kami akan balik lagi ke dokter pada haid hari kedua. Jadi karena siklus menstruasiku terkadang tidak teratur tanggalnya, jadi selama 3 bulan ini dokter mau melihat siklusku terlebih dahulu, setelah itu menentukan untuk bisa dilanjutkan suntik perangsang sel telur atau tidak. Jadi program 3 bulan ke depan adalah melihat keteraturan siklus haidku, bukan berarti kami menunda selama 3 bulan, jika selama 3 bulan ini aku hamil ya alhadulillah hehe.
Tapi karena ini sudah di penghujung tahun 2018, dan memasuki pertengahan 2019 adalah ulang tahun kedua pernikahan kami, maka aku dan suami sudah mulai bercerita-cerita untuk melakukan bayi tabung. Kami memilih waktu untuk melakukannya yaitu setelah 2 tahun pernikahan, di bulan juli atau agustus. Pertimbangannya adalah pada bulan-bulan segitu aku sudah lulus kuliah (insyaa Allah), karena menjalankan bayi tabung itu artinya aku harus benar-benar istirahat total dari segala kesibukan. Untuk tempatnya sendiri kami berencana melakukannya di Penang, bukan berarti kami tidak percaya dengan dokter yang ada di Indonesia. Hanya saja, kami mempertimbangkan lokasinya kalau di Penang kami bisa sekalian liburan, jadi tidak terlalu terasa selama menjalankan bayi tabung yang tahapannya penuh perjuangan dengan rasa sakit (karena setiap hari akan dapat suntikan sampai sampai perut sekitar pusar menjadi biru-biru) huhuhu.
Awalnya suami tidak begitu setuju dengan bayi tabung karena suami bilang tidak tega melihatku harus berkorban seperti itu, tapi aku meyakinkan suami "i'm fine, demi kamu dan keluarga kecil kita. Kamu tidak perlu mencemaskanku, aku wanita yang kuat, tugas kamu cari uang untuk biaya bayi tabung". Akhirnya karena melihat aku yang sudah begitu yakin, suami pun mengiyakan. Kami tetap menjalankan program kehamilan sembari menunggu aku lulus kuliah, karena nanti saat menjalankan bayi tabung, aku full time akan istirahat di Penang selama kurang kebih 3 bulan.
Kalau masalah biaya, kami harus menyiapkan dana sebesar kurang lebih 100 juta rupiah, tiket pesawat pulang pergi, biaya bayi tabung, tempat tinggal selama disana dan lain lain. Yaa, memang itu bukan angka yang sedikit, tapi yang menuntun kami sampai ke tahap ini adalah Allah, dan pasti Allah akan memberikan rejekiNya kepada kami ^_^
Untuk semua teman-teman yang sedang menanti buah hati, tetap semangat yaa, jangan merasa kita adalah wanita paling malang di dunia, justru kita adalah wanita istimewa yang Allah pilih untuk ini, karena gak semua wanita bisa sekuat dan setegar kita :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar