Minggu, 06 September 2015

WAKTU.....

     

   Aku bingung dari mana aku harus memulainya, yang jelas saat ini aku merasakan sesuatu yang membosankan, karena aku satu harian di kos tanpa kegiatan apapun. Saatku coba untuk tidur, ternyata mataku menolaknya. Akhirnya aku kembali duduk dan memainkan kembali hpku, aku buka aplikasi permainan yang bernama “Hay Day” untuk menghiburku, tetapi lagi-lagi aku rasa bosan berhasil mengalahkanku.
     Akhirnya aku berdiri dan berjalan ke lemari bukuku untuk mencari buku sederhana yang bisa aku baca untuk mengisi waktu soreku. Saat aku sedang berdiri dan mencari judul buku apa yang kira-kira menarik untuk dibaca sore ini, mataku tertarik melihat buku yang dibalut dengan sampul plastik putih dengan judul “The Balance of Life”, itu adalah buku yang diberikan oleh dosen waliku Bapak Yusrizal, M.H., sekaligus pembimbing kelompok PKMku tahun 2014 lalu.
    Kebiasaanku sebelum membaca buku adalah melihan daftar isinya, dan saat aku melihat daftar isi dibuku itu, ada satu sub-bab yang berhasil mengganti rasa bosanku menjadi rasa penasaran, sehingga aku berusaha menghilangkan rasa penasaranku dengan membacanya. Judul dari sub-bab itu adalah “waktuku adalah hari ini”, di awal bacaan kita akan disuguhkan dengan puisi yang akan membuat kita tergerak untuk menjadikan waktu kita menjadi lebih berharga dan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman, bukan KRITIK...
Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam, karena tak sedetik pun akan dapat ditarik kembali...
Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang terbuang percuma...
Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan tentang apa yang akan terjad esok...
Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan terjadi...
Hari ini aku belajar lagi, untk megubah diri sendiri...
Hari ini akan kuisi dengan KARYA...
Kutingkan angan-angan, yang selalu mengatakan: “aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah.”
Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahanNYA aku tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku...
Hari ini aku akan berhenti berkata: “aku tidak punya waktu”...
Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk apa pun...
Jika aku ingin memiliki waktu, aku haru meluangkannya...
Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku, akan kulakukan yang terbaik dan tidak kutunda sampai besok.

   Berbicara tentang waktu, hakikatnya kita sedang berbicara masa depan. Waktu terus berjalan, ia tidak pernah berhenti untuk menunggu kita. Kitalah yang harus menggerakkan diri agar bisa berjalan beriringan dengan waktu, bukan berdiam diri dan membiarkan waktu terus berjalan pergi meninggalkan kita. satu detik waktu yang kita buang, tidak akan pernah kembali lagi menemui kita.
   Manfaatkanlah waktu kita dengan sebaik mungkin, kerjakan apa yang bisa kita kerjakan saat itu juga. Apalagi di masa muda saat ini, gunakan waktu yang kita punya untuk menabung investasi di masa depan. Menabung bukan serta merta dengan menggunakan uang, tapi dengan mencari ilmu sebanyak mungkin juga bagian dari menabung. Disiplin ilmu apapun yang kita pelajari saat ini, pasti akan berguna dihari tua kita nanti.  Ada pepatah yang mengatakan “apa yang kau tanam harilah yang akan kau panen dikemudian hari”, ada juga puisi motivatif dari Ali Hasjmi yang berjudul “Menyesal”.

Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi...
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai dipagi hari
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta
Ah, apa guna ku sesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma
Kepada yang muda kuaharapkan
Atur barisan dipagi hari
Menuju arah padang bakti

 Jangan sampai kita menyesal karena tidak memanfaatkan waktu kita dengan baik, dan semoga kita merupakan bagian dari orang-orang yang menghargai waktu ^_^
Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat
#menghargai_waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar